JAKARTA, 27 Maret 2026 – Pasar global berada di bawah tekanan dalam sesi perdagangan Kamis seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang membebani sentimen investor di berbagai kelas aset.
Pasar Asia bergerak melemah, dipimpin oleh penurunan tajam pada indeks KOSPI Korea Selatan, meskipun pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung. Saham-saham Eropa juga ditutup di zona negatif di tengah berlanjutnya ketidakpastian terkait proses negosiasi.
Sementara itu, kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak menguat setelah Donald Trump memperpanjang batas waktu negosiasi dengan Iran, sehingga memunculkan harapan akan potensi meredanya ketegangan.
Di sektor komoditas, harga minyak menunjukkan pergerakan yang beragam. Harga sempat naik meskipun Iran menolak pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat, namun tetap memberi sinyal keterbukaan untuk meninjau proposal yang diajukan. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS (U.S. Treasury) meningkat seiring mulai memudarnya optimisme terhadap kemungkinan gencatan senjata.
Harga emas justru mengalami tekanan karena investor mengevaluasi kembali prospek penyelesaian konflik di Timur Tengah. Dolar AS menguat sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung.
Berdasarkan data penyelesaian transaksi dari Jakarta Futures Exchange (JFX), Loco Gold turun sebesar 125,2 poin atau 2,78% menjadi 4.380,65, mencerminkan tekanan lanjutan dari penguatan dolar AS serta ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi.
Sebaliknya, perak mencatat kenaikan tipis sebesar 0,08% ke level 71,306, yang menunjukkan adanya permintaan selektif terhadap logam mulia di tengah kondisi pasar yang volatil.
Di sektor energi, Light Crude Oil (NYMEX) naik 4,61% ke level 94,48, sementara Brent Crude (ICE) turun tipis 0,32% ke 101,89, mencerminkan sentimen yang tidak merata di pasar minyak global.
Pasar saham global juga mengalami tekanan jual. Indeks Nasdaq turun 2,35%, S&P 500 melemah 1,74%, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,03% seiring aksi ambil untung oleh investor.
Di kawasan Eropa dan Asia, pelemahan terjadi secara luas. FTSE 100 turun 1,17%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,92%, dan Nikkei 225 Jepang turun 0,49%. Indeks KOSPI Korea Selatan mencatat penurunan terdalam sebesar 3,71%.
Secara keseluruhan, pelemahan lintas aset ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
Data kinerja transaksi dari Jakarta Futures Exchange (JFX) menunjukkan bahwa PT Trident Pro Futures menempati peringkat kedelapan dalam aktivitas perdagangan multilateral, yang menegaskan perannya di pasar berjangka Indonesia.
Perusahaan ini dipimpin oleh Maruli Tua Sinambela yang menekankan pentingnya manajemen risiko dan fleksibilitas strategi dalam menghadapi volatilitas pasar global.
Sebagai bagian dari inisiatif literasi keuangan, PT Trident Pro Futures akan mengadakan kelas trading gratis dua kali dalam seminggu sepanjang April 2026, yang terbuka bagi peserta dari tingkat pemula hingga trader berpengalaman.
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan hubungi 087770009880.


Comment