Market Insight
Home / Market Insight / Harga Emas Ambruk 3,76% di Tengah Badai Dolar, Minyak Brent Justru Naik 3,83%!

Harga Emas Ambruk 3,76% di Tengah Badai Dolar, Minyak Brent Justru Naik 3,83%!

Jakarta, 19 Maret 2026 – Pergerakan harga komoditas dan indeks saham global pada perdagangan hari ini diwarnai dinamika yang beragam, dipengaruhi oleh sentimen ekonomi makro dan penguatan dolar Amerika Serikat. Berdasarkan laporan penutupan pasar di Bursa Berjangka Jakarta (JFX), emas dunia atau loco gold tercatat mengalami tekanan jual signifikan, sementara minyak mentah justru melesat di tengah ketegangan geopolitik.

Pergerakan Komoditas di Pasar Global

Berdasarkan data yang dihimpun marulitua.id dan marulitua.com dari perdagangan komoditas berjangka, kontrak emas ditutup melemah 188,2 poin ke level 4.818,45 atau merosot 3,76% dari posisi penyelesaian sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih bertahan di level tinggi, mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Kondisi serupa juga dialami oleh perak (silver) yang turut terkoreksi 1,477 poin ke level 79,313 atau melemah 1,83%. Investor cenderung beralih ke aset berisiko menyusul optimisme terhadap data tenaga kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi pasar.

Pasar Global Menanti NFP AS di Tengah Sinyal Perlambatan Ekonomi

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia justru menunjukkan performa sebaliknya. Minyak mentah jenis Light Crude menguat tipis 0,75 poin ke level 95,46, sementara minyak mentah acuan Eropa, Brent Crude, melesat 3,96 poin ke level 107,38 atau naik 3,83%. Penguatan harga minyak dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta ekspektasi permintaan yang mulai pulih dari negara-negara konsumen utama.

Wall Street Menguat, Asia Variatif

Dari lantai bursa saham global, mayoritas indeks utama kompak menghijau. Indeks teknologi Nasdaq di Amerika Serikat berhasil menguat 1,46% ke level 24.434,5. Sementara indeks S&P 500 ditutup naik 1,42% di level 6.626, dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,71% ke level 46.234.

Penguatan ini didorong oleh rilis data tenaga kerja AS yang solid, memicu optimisme bahwa ekonomi Negeri Paman Sam masih cukup tangguh di tengah tekanan inflasi. Hal ini juga berdampak positif pada indeks FTSE 100 di Inggris yang terapresiasi 1,05% ke level 10.291.

Di kawasan Asia, pergerakan indeks saham cukup variatif. Indeks Hang Seng di Hong Kong tercatat melemah 1,59% ke level 25.479, dipengaruhi aksi ambil untung setelah reli sebelumnya. Sementara indeks KOSPI di Korea Selatan justru melesat 5,5% ke level 890,7, didorong data ekspor yang menggembirakan. Indeks Nikkei 225 di Jepang ditutup menguat 2,83% ke level 54.900, seiring pelemahan yen yang menguntungkan sektor ekspor.

Pasar Global Berfluktuasi di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Gencatan Senjata AS–Iran

Transaksi di Bursa Berjangka Jakarta (JFX)

Dinamika pasar global ini turut mempengaruhi pergerakan kontrak berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (JFX). Pelemahan harga emas global berpotensi menekan harga emas berjangka domestik, sementara penguatan minyak mentah dapat memicu inflasi biaya produksi di sektor riil.

Di sisi lain, penguatan indeks saham global mencerminkan sentimen risiko (risk-on) yang positif, yang biasanya berimbas pada peningkatan minat investor terhadap instrumen investasi di pasar emerging market, termasuk Indonesia.

Para trader yang ingin melakukan transaksi di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dapat bertransaksi melalui salah satu pialang berjangka PT Trident Pro Futures, perusahaan pialang berjangka yang dipimpin oleh Direktur Utama Maruli Tua Sinambela. PT Trident Pro Futures berkomitmen untuk memberikan layanan transaksi berjangka yang profesional dan terpercaya bagi para investor di tanah air.

Sebagai informasi, sebelumnya Maruli Tua Sinambela mengungkapkan optimismenya terhadap prospek pertumbuhan di pasar bursa berjangka dalam menghadapi volatilitas 2026. Menurutnya, sektor komoditas emas menjadi salah satu pendongkrak transaksi bursa berjangka seiring dengan berlanjutnya tren peningkatan harga komoditas global. Saat harga emas melonjak di atas USD 5.000 per troy ons, hal ini mampu mengerek transaksi emas di bursa berjangka.

Pasar Global Bergejolak di Tengah Konflik Timur Tengah: Eropa Menguat, Asia Tertekan, Minyak Melonjak

marulitua.id dan marulitua.com akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Investor diimbau untuk mencermati volatilitas pasar dan melakukan manajemen risiko secara bijaksana.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

01

Dinamika Pasar Berjangka di Tengah Normalisasi Kebijakan Moneter dan Ketidakpastian Global: Sebuah Tinjauan Akademis

02

Inflasi Menguat, Pertumbuhan Melambat: Emas di Persimpangan Arah?

03

Emas Stabil, Volatilitas Minyak Berlanjut di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

04

Data Tenaga Kerja AS Lebih Lemah dari Perkiraan, Trader Waspadai Dampaknya ke Pasar Emas

05

Kepercayaan Konsumen A.S Menguat, Pasar Masih Menunggu Kepastian Data Lanjutan

Berita Terbaru






Ikhtisar Pasar Global

×
× Advertisement