Market Insight
Home / Market Insight / Data Inflasi A.S Jadi Sorotan Pasar Pekan Ini, Arah Kebijakan Federal Reserve Kembali Dipertaruhkan

Data Inflasi A.S Jadi Sorotan Pasar Pekan Ini, Arah Kebijakan Federal Reserve Kembali Dipertaruhkan

Pasar keuangan global memasuki pekan yang sarat dengan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Sejumlah indikator utama mulai dari sektor perumahan, inflasi, tenaga kerja hingga pertumbuhan ekonomi diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan pasar, sekaligus memberi petunjuk baru terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Perhatian pertama pasar akan tertuju pada data Existing Home Sales yang dijadwalkan rilis pada Selasa (10/3). Penjualan rumah yang telah dimiliki sebelumnya diperkirakan berada di kisaran 3,89 juta unit, sedikit lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya 3,91 juta unit. Data ini kerap menjadi indikator awal kondisi sektor properti Amerika yang sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Perhatian pertama pasar akan tertuju pada data Existing Home Sales yang dijadwalkan rilis pada Selasa (10/3). Penjualan rumah yang telah dimiliki sebelumnya diperkirakan berada di kisaran 3,89 juta unit, sedikit lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya 3,91 juta unit. Data ini kerap menjadi indikator awal kondisi sektor properti Amerika yang sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Fokus pasar kemudian beralih pada Rabu (11/3) ketika pemerintah Amerika merilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) untuk Februari. Inflasi bulanan diperkirakan meningkat menjadi 0,3% dari sebelumnya 0,2%, sementara inflasi tahunan diproyeksikan naik menjadi 2,5% dari 2,4% pada periode sebelumnya.

Pasar Global Berfluktuasi di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Gencatan Senjata ASโ€“Iran

Sementara itu, Core CPI yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi diperkirakan tumbuh 0,2% secara bulanan, lebih rendah dibandingkan 0,3% pada bulan sebelumnya. Angka ini menjadi indikator penting dalam menilai tekanan inflasi inti yang selama ini menjadi perhatian utama Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga.

Selain inflasi, pelaku pasar energi juga akan memantau laporan persediaan minyak mentah (Crude Oil Inventories) yang sebelumnya tercatat meningkat sekitar 3,475 juta barel. Perubahan stok minyak sering kali memengaruhi volatilitas harga energi global.

Memasuki Kamis (12/3), perhatian investor akan tertuju pada hasil lelang obligasi pemerintah Amerika tenor 10 tahun dengan imbal hasil sebelumnya berada di sekitar 4,177%. Pada hari yang sama, data Initial Jobless Claims diperkirakan berada di 216 ribu klaim, sedikit lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya 213 ribu, yang dapat memberikan gambaran terbaru kondisi pasar tenaga kerja.

Sementara itu pada Jumat (13/3), pasar akan menghadapi serangkaian data penting lainnya, termasuk lelang obligasi tenor 30 tahun yang sebelumnya mencatat imbal hasil sekitar 4,750%.

Di saat yang sama, investor juga akan mencermati indikator inflasi pilihan Federal Reserve, yakni Core PCE Price Index. Indeks ini diperkirakan tetap berada di 0,4% secara bulanan, sedangkan secara tahunan diperkirakan meningkat menjadi 3,1% dari 3,0% sebelumnya.

Pasar Global Bergejolak di Tengah Konflik Timur Tengah: Eropa Menguat, Asia Tertekan, Minyak Melonjak

Selain itu, data Durable Goods Orders diproyeksikan tumbuh 0,5% setelah sebelumnya mengalami kontraksi -1,4%, sementara JOLTS Job Openings diperkirakan meningkat menjadi 6,84 juta lowongan pekerjaan dari 6,54 juta pada periode sebelumnya.

Secara keseluruhan, rangkaian data ekonomi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar global. Jika inflasi masih menunjukkan tekanan yang kuat dan pasar tenaga kerja tetap solid, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bisa kembali tertunda. Kondisi ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS sekaligus memberi tekanan pada pasar saham dan komoditas global.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

01

Dinamika Pasar Berjangka di Tengah Normalisasi Kebijakan Moneter dan Ketidakpastian Global: Sebuah Tinjauan Akademis

02

Inflasi Menguat, Pertumbuhan Melambat: Emas di Persimpangan Arah?

03

Data Tenaga Kerja AS Lebih Lemah dari Perkiraan, Trader Waspadai Dampaknya ke Pasar Emas

04

Emas Stabil, Volatilitas Minyak Berlanjut di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

05

Kepercayaan Konsumen A.S Menguat, Pasar Masih Menunggu Kepastian Data Lanjutan

Berita Terbaru






Ikhtisar Pasar Global

ร—
ร— Advertisement